Blognya PMII Kalirejo

Thursday, September 1, 2016

Sungguh Jauh Dirimu dari Agama Muhammad

4:08 AM 0


Air mata ini pun mengingat sang kekasih,
Yang mulia (Muhammad) penghulu seluruh makhluk Allah
Jika saja aku tidak mencinta
Dia adalah kerinduanku, dan Tuhan menjadi saksinya
Akan tetapi air mata ini semakin tak tertahankan, saat melihat agama Allah yang tercampak
Dimana Kitabullah (Al-qur’an) dan hukumnya?
Dimana Muhammad, Sang utusan itu?
Dimana sang Nabi itu, yang telah diutus sebagai rahmat?
Bagaimana keada’an rahmat itu, yang kini tercabik-cabik
Di timur dan di barat bumi
Panji-panji dikibarkan namun tidak bersatu
Sebagian mencela dan sebagian lainnya mengkafirkan
Bagaimana orang yang bersyahadat dapat dikafirkan?!
Hai kamu yang membunuhi setiap orang yang berbeda (darimu)!
Padahal dia (yang kau bunuh) menjunjung hukummu (Al-qur’an) dan bersaksi akan kebenarannya
Kau berbuat kerusakan dengan mengatasnamakan Sang Nabi pembawa rahmat
Sungguh jauh dirimu dari Agama Muhammad..
Sungguh jauh dirimu dari Agama Muhammad..

Dengan mengatasnamakan Nabi kita, kamu menyalakan bara api
Kamu membunuh, kemudian bertakbir dan bersujud
Kabarkan kepadaku, apa agamamu, hai manusia!!!
Yakinkan aku bahwa kamu adalah juru selamat!!!
Katakan kepadaku tentang orang-orang yang dikumpulkan, lalu dibakar dengan api yang berkobar?
Tentang orang-orang yang dibakar hidup-hidup, apa dosanya?!
Tuhan macam apa yang disembah oleh hatimu?
Jalan seperti apa yang kamu tempuh itu?
Nabi mana yang kamu cintai itu?
JIKA KAMU KATAKAN DIA ADALAH MUHAMMAD, SUNGGUH KAMU PENDUSTA!!!

KARENA SUNGGUH JAUH DIRIMU DARI AJARAN MUHAMMAD!!!



Wednesday, August 31, 2016

Isyarat Nabi Tentang Islam Radikal

9:47 AM 0



Islam radikal atau radikalisme bukan merupakan ajaran Islam. Karena faktanya radikalisme hanya menyuburkan permusuhan, dendam, pembunuhan, pertikaian dan konflik yang berkepanjangan. Namun saat ini kita justru dihadapkan dengan “fitnah” itu, bahwa segerombolan orang mengatasnamakan jihad Islam untuk melakukan kasi-aksi raikalisme dan separatisme.
Bahkan dunia sedang dikejutkan dengan munculnya ISIS yang melakukan aksi terorisme dengan mengatas-namakan jihad fi sabilillah walaupun kita tidak yakin bahwa mereka benar-benar membela kepentingan Islam, namun faktanya tindakan mereka justru menyudutkan umat Islam itu sendiri. Yang lebih miris lagi, muncul di beberapa media cetak yang memuat berita berupa photo-photo anak berkewarganegaraan Indonesia yang direkrut ISIS sedang belajar menembak. Miris bukan?
Edward Snowden mengemukakan bahwa ISIS pada mulanya adalah direkrut dan diciptakan oleh Amerika dengan tujuan untuk melemahkan para penguasa Muslim di Timur-Tengah. Hal ini telah diakui oleh pihak Amerika sendiri. Agar Amerika tidak disalahkan, maka Amerika berkelit dengan menyatakan bahwa ISIS adalah “proyek gagal”. Mereka menyebut ISIS membelot dari kepentingan Amerika, sehingga Amerika membentuk koalisi Internasional untuk menghancurkan ISIS.
Terlepas dari kontroversi tentang itu, yang jelas kemunculan ISIS atau golongan-golongan lain yang identik dengan ideologi radikalnya memang sudah diprediksi oleh Rasulullah SAW sejak awal. Rasulullah SAW bersabda:
سيخرج قوم في اخر الزمان, احداث الاسناء سفهاء الاحلام يقولون من خير البرية لا يجاوز ايمانهم حناجركم يمرقون من الدين كما يمرق السهم من الرمية, فأينما لقيتموهم فاقتلوهم فان في قتلهم اجرا لمن قتلهم يوم القيامه
Artinya: “Akan keluar di akhir zaman, suatu kaum yang masih muda umurnya, ntapi boodoh pemikirannya. Mereka berbicara seperti perkataan Nabi SAW (khairil bariyyah). sebenarnya keimanan mereka tidak melewati tenggorokan. Mereka keluar dari (prinsip) agama ini seperti keluarnya anak panah dari busurnya. Di mana saja kalian temui mereka, bunuhlah mereka. Sesungguhnya membunuh mereka mendapatkan pahala pada hari kiamat.” (Shahih Al-Bukhari, no 3342 dan Shahih Muslim no  1771)
Berdasarkan Hadits ini, ciri-ciri mereka di antaranya adalah: (1) Mereka adalah sekelompok pemuda yang semangatnya menggebu-gebu, tapi pemahaman mereka tentang Islam sangatlah dangkal. Boleh jadi mereka cerdas, tapi sebenarnya mereka awam terhadap ajaran agama; (2) Mereka tampak fasih dalam berbicara mengatasnamakan Al-Quran dan As-sunnah, membela hadits Nabi SAW (khairil bariyyah), tapi sebenarnya mereka tidak faham dengan Al-Quran dan As-sunnah; (3) Iman mereka sebenarnya belum tertanam dalam hati, agamanya hanya sebatas tenggorokan saja. Sebaliknya di hati mereka tersimpan keyakinan bahwa mereka merasa paling benar sehingga mereka mudah mengkafirkan orang lain; (4) Mereka dengan cepatnya keluar dari ajaran agama ini seperti anak panah yang keluar dari busurnya. Maksudnya saat mereka mengaku beriman dan membela Islam, maka sesaat kemudian mereka melakukan kekufuran, yaitu membunuh orang-orang Muslim, menciptakan kekacauan, memberontak dan aksi-aksi teror lainnya yang sebenanya semua itu tidak sesuai dengan ajaran Islam; (5) Nabi Muhammad memerintahkan kepada kita agar kita memerangi mereka, dan barang siapa yang memerangi mereka maka akan mendapat pahala yang sangat besar pada hari kiamat.
Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar:
يحقر احدكم عمله من عملهم يقتلون اهل الأسلام فأذا خرجوا فاقتلوهم........فطوبى لمن قتلهم
Artinya: “...Mereka akan meremehkan atau mencela amalan kalian dibandinggkan dengan amalan mereka, mereka membunuh orang-orang Islam, oleh karenanya jika mereka muncul, maka bunuhlah mereka (diulangi oleh Nabi sampai 3 kali). Dan beruntunglah orang yang membunuh mereka. (Musnad Ahmad, no. 5306).
Berdasarkan hadits ini, aliran Islam radikal juga memiliki 2 ciri, yaitu; (1) Mereka suka mencela dan menyalahkan amalan sesama Muslim yang berbeda dengan keyakinan mereka. Fenomena ini tampak dalam bentuk takfir (menuduh kafir saudara Muslimnya sendiri), tabi’ (menuduh bid’ah) menuduh sesat dan bentuk-bentuk pencelaan lainnya; (2) Mereka menyerukan jihad dan qital (perang) melawan orang-orang kafir, tetapi ternyata mereka malah memerangi orang Islam itu sendiri. Mereka memberontak pemerintahan Muslim dan membuat kekacauan di tengah umat Islam.

Kelompok Islam radikal termasuk ISIS sudah mendirikan negara sendiri dan mereka mengatasnamakan diri sebagai “Ashabu rayati sud” (kelompok bendera atau panji Hitam) yang dikaitkan dengan pengikut Imam Mahdi, padahal mereka pasukan panji hitam palsu. Sebagaimana hadits atsar yang diriwayatkan oleh Imam Ali, beliau bekata: Apabila kalian melihat bendera-bendera Hitam, tetaplah kalian di tempat kalian berada, jangan beranjak dan jangan menggerakan tangan dan kaki kalian (artinya tetap tenang, jangan menyambut seruan mereka, jangan larut dalam euforia mendukung pasukan itu), kemudian akan muncul kaum lemah (lemah akal sehat dan imannya), tiada yang peduli dengan mereka, hati mereka seperti besi (hatinya keras membatu dan jauh dari cahaya hidayah), mereka akan mengaku sebagai Ashabu Daulah (pemilik negara), mereka tidak pernah menepati janji, mereka berdakwah pada Al-Haq (kebenaran) tapi mereka bukan Ahlul Haq (pemegang kebenaran), namanya dari sebuah julukan, marganya dari nama daerah, rambut mereka tak pernah dicukur, panjang, seperti rambut perempuan. jangan bertindak sampai nanti terjadi perselisihan di antara mereka sendiri, kemudian Allah mendatangkan kebenaran kepada siapa yang dikehendaki-Nya”. (lihat Al-Mustadrak, 1/166 dan Majma’ Az-Zawaid, 2/75, Jami’ Bayan Al-Ilmi wa Fadhlihi, 3/153).

Sunday, August 21, 2016

Chord lagu Berjuanglah PMII

5:03 AM 0
Berjuanglah PMII




Am                  Dm          Am
Berjuanglah PMII berjuang
            F          G              Am
Marilah kita bina persatuan
Am                  Dm          Am
Berjuanglah PMII berjuang
F                      G              Am
Marilah kita bina persatuan
Dm                                         E
Hancur leburkanlah angkara murka
C                             E        Am
Perkokohlah barisan kita
Siap!

*reff
Am                  F                  E 
Sinar api Islam kini menyala
F                     G                       C
Tekad bulat jihad kita membara
Am                  F                  E
Sinar api Islam kini menyala
F                     G                       C
Tekad bulat jihad kita membara
Dm                                E
Berjuanglah PMII berjuang
C                      E                 Am

Menegakkan kalimat Tuhan

Sunday, August 14, 2016

PMII SEBAGAI SARANA PENCERDASAN MAHASISWA DI LUAR KAMPUS

9:14 AM 0

Oleh: Cholid Bachri


PENGANTAR
Mahasiswa merupakan kaum yang identik dengan ghirah (semangat) belajarnya baik di dalam maupun luar kampus. Kita tahu bahwa kampus hanya menjadi sarana belajar bagi mahasiswa yang mempelajari beberapa mata kuliah sesuai jurusannya masing-masing. Namun pada kenyataannya sarana untuk belajar di kampus saja tidaklah cukup. Mahasiswa masih membutuhkan sarana belajar di luar kampus yang mempelajari tentang pengetahuan kepemimpinan, administrasi, jaringan, analisis sosial, keislaman dan keindonesia’an dan lain-lain. Dari beberapa kebutuhan mahasiswa tentang pengetahuan yang saya sebutkan tadi di atas merupakan sesuatu yang tidak terdapat di dalam kelas (kampus). Perlu kita ketahui bahwa pengetahuan tersebut hanya terdapat di dalam organisasi mahasiswa yang bergerak di luar kampus.
Kampus yang kita cintai ini (STAI Ma’arif) adalah kampus yang berada di dalam badan kordinasi NU yang memegang teguh ajaran Ahlussunah Wal Jama’ah (Aswaja), begitu pula mahasiswanya yang mayoritas merupakan orang-orang yang hidup di lingkungan NU. Oleh karena itu, salah satu organisasi ekstra kampus yang dibutuhkan oleh mahasiswa yang sejalan dengan kultur  Nahdliyyin adalah PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia).
Selama ini banyak mahasiswa yang belum memahami dengan jelas apa itu PMII dan apa manfaat ber-PMII. Oleh karena itu pada kesempatan ini saya akan berbagi sedikit tentang PMII sebagai sarana alternatif dalam meningkatkan kepekaan berfikir dan sekaligus sebagai jalan pendewasaan mahasiswa yang bersedia memanfaatkan waktu luangnya di luar kampus.


MENGENAL LEBIH DEKAT ORGANISASI PMII
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau yang disingkat dengan PMII adalah sebuah organisasi kemahasiswa’an yang berdiri pada tanggal 17 april 1960 di Surabaya. Adapun ketua umum pertama PMII bernama Mahbub Junaidi. Berdirinya organisasi ini bermula dengan adanya hasrat kuat para mahasiswa NU untuk mendirikan suatu organisasi mahasiswa yang berideologi Ahlussunnah wal Jama’ah.
Sebelum menjadi PMII organisasi mahasiswa NU ini bernama IMANU (Ikatan Mahasiswa Nahdlatul Ulama) dan KMNU (Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama). Setelah melalui beberapa proses yang panjang, terbentuklah organisasi mahasiswa NU yang bernama PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) pada tanggal 17 april 1960 Masehi atau bertepatan dengan tanggal 17 Syawal 1379 Hijriyah.
PMII SAHABAT RAKYAT
Dalam kehidupan sehari-hari manusia selalu berinteraksi dengan manusia lainnya. Berinteraksi dengan manusia lainnya merupakan sunnatullah yang tidak terbantahkan lagi karena manusia merupakan makhluk sosial atau makhluk Tuhan yang membutuhkan orang lain. Begitu pula seorang mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari baik di kampus maupun di luar kampus, mahasiswa selalu berinteraksi dengan orang lain.
Penulis pernah mendengar ulama yang mengatakan bahwa untuk mendapat ilmu yang besar maka harus mencari ilmu yang terkecil (dasar) terlebih dahulu. Oleh karena itu, PMII yang merupakan kumpulan masyarakat kecil bisa menjadi awal untuk belajar memahami dinamika sosial di masyarakat. Karenanya tak jarang para anggota dan alumni yang karena aktif di PMII mampu menjadi orang yang terdepan dalam mengatasi pelbagai permasalahan di masyarakat.
Selama ini banyak statement mahasiswa yang tidak berdasar yang menyatakan bahwa anggota PMII hanya sebatas keluyuran yang hanya membuang-buang waktu saja. Tapi faktanya selama ini para anggota PMII yang keluyuran pada dasarnya sedang belajar di masyarakat. Salah satunya dengan cara bersilaturrahmi dan berdiskusi dengan organisasi masyarakat dan tokoh mayarakat bahkan para politisi dan pejabat tinggi.


PMII MEMPERLUAS WAWASAN KEILMUAN PARA KADER


Pada umumnya mempunyai wawasan yang luas merupakan harapan yang real bagi setiap mahasiswa. Untuk memiliki pengetahuan yang luas maka kita harus banyak belajar. Di PMII ada kebiasaan (tradisi) yang unik ketika ada dua orang atau lebih bertemu di suatu tempat yang mana orang tersebut merupakan anggota PMII yang aktif, maka hal yang menjadi bahan pembicaraan merupakan sesuatu yang mengandung nilai belajar. Bahkan kebiasaan ini akan selalu terbawa ketika anggota tersebut menjadi alumni. Hal ini dapat dibuktikan ketika anggota PMII mendatangi alumni PMII untuk bersilaturrahmi maka isi dari silaturrahmi tersebut adalah diskusi. Dengan kata lain jika menjadi kader PMII kita akan menjadi insan intelektual yang banyak diskusi di banyak tempat dan pada akhirnya segudang ilmu ada di genggaman kita.


SATU KATA UNTUK KITA SEMUA,
PMII IS THE BEST CHOICE


Fakta idealnya, PMII mempunyai tradisi intelektual yang patut untuk dijadikan contoh yang baik bagi mahasiswa. Sebenarnya hal-hal yang seperti inilah yang dibutuhkan oleh mahasiswa, karena waktu belajar di kampus yang sangat terbatas, di satu sisi bisa menyebabkan kepuasan intelektual yang kurang terpenuhi dan di sisi lain cara belajar yang monoton bisa menimbulkan kebosanan tersendiri.

Kalimat akhir yang paling mungkin bisa saya sampaikan adalah bahwa menjadi anggota PMII hukumnya wajib bagi seluruh mahasiswa yang ingin berwawasan luas sebelum penyesalan menghantui anda.